Skip to main content

Posts

Kerusi Kapten

Rumah

Di manakah rumah? Saya tanya soalan ini setiap kali pulang ke Alor Setar; saya tanya soalan ini setiap kali saya memejamkan mata dan membayangkan tempat yang selamat dan tenang dalam diri saya. Ada orang membesar dalam keluarga nomad. Berpindah dari pekan ke pekan, dari negeri ke negeri... dari rumah ke rumah. Justeru, mereka tidak membina hubungan intim dengan tempat atau rumah pertama mereka dilahirkan. Barangkali rumah ialah di mana mereka berada sekarang. Kemudian saya menemui puisi John Koethe tentang rumah. Tentang kehilangan. Wajah sebuah tempat yang sudah hilang.  * * * Home Oleh John Koethe  It was a real place: There was a lawn to mow And boxes in the garage. It was always summer Or school, and even after oh so many years It was always there, like the voice on the tele- phone Each Sunday evening. I wondered how it was going to feel When I was finally on my own—alone, with no family left And no home to gravitate away from or think through. I miss the trips I took each year to

Latest Posts

Lima Novel Terbaik 2023

Buku Terbaik 2023 (No 6): Misa Teakhir Cakerawala

Novel Terbaik 2023 (No 6): The Other City

Buku Terbaik 2023 (No 7): The Penguin Book of the Prose Poem

Novel Terbaik (No 7): A Shining

Buku Terbaik 2023 (No 8): Too Much Life: Complete Chronicles

Novel Terbaik 2023 (No 8): Aki

Novel Terbaik 2023 (No 9): Hingar Sunyi Eterniti

Buku Terbaik 2023 (No-9): Herve Tullet's Art of Play

Novel Terbaik 2023 (No-9): Hourglass